Rabu, 27 April 2011

Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Definisi

Rinitis alergi merupakan gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah pajanan alergen melalui inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen tersebut pada mukosa hidung. Onset pajanan alergen terjadi lama dan gejala umumnya ringan, kecuali bila ada komplikasi sinusitis.

Rinitis alergi diklasifikasikan berdasarkan:

1. Lama gejala, rinitis alergi dibagi menjadi:
  • Intermiten: Gejala <4 hari per minggu dan lamanya <4 minggu
  • Persisten: Gejala >4 hari per minggu dan lamanya >4 minggu
2. Berdasarkan berat gejala, rinitis alergi dibagi menjadi:
  • Ringan (tidur normal, aktivitas sehari-hari, saat olahraga dan santai normal, tidak ada keluhan yang mengganggu)
  • Berat (satu atau lebih gejala, tidur terganggu, aktivitas sehari-hari, saat olahraga dan santai terganggu, gangguan saat bekerja dan sekolah, ada keluhan yang mengganggu)
Diagnosis

Ditentukan dari anamnesis dan pemeriksaan fisis. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:
  • Onset pajanan umumnya lama; ditanyakan : lama, frekuensi, waktu timbulnya dan beratnya penyakit
  • Hidung berair, hidung tersumbat, post-nasal drip, gatal di hidung dan rongga mulut, bersin-bersin
  • Mata merah, gatal dan berair
  • Riwayat atopi dalam keluarga (asma, dermatitis atopi, rinitis alergi)
  • Petanda atopi (allergic shiner, geographic tongue, Dennie Morgan’s line, allergic salute).
  • Sekret hidung bening dan cair, hipertrofi konka, mukosa dan konka hidung pucat.
  • Hiperemia dan edema konjungtiva
Pemeriksaan penunjang

Yang biasa diperiksa pada rinitis alergi yaitu pemeriksaan darah tepi (hitung jenis eosinofil meningkat, hitung total eosinofil meningkat), kadar IgE total meningkat, sitologi mukosa hidung: persentase eosinofil meningkat, uji kulit alergen untuk menentukan alergen penyebab, foto sinus paranasalis (usia 4 tahun ke atas) atau CT-scan bila dicurigai komplikasi sinusitis atau adanya deviasi septum nasi.

Penatalaksanaan
  • Hindari alergen
  • Medikamentosa. Pengobatan medikamentosa tergantung dari lama dan berat-ringannya gejala. Obat yang biasa digunakan adalah antihistamin H1 generasi I, antihistamin H1 generasi II, dan bila terdapat gejala hidung tersumbat dapat ditambah pseudoefedrin
  • Pada rinitis alergi persisten, bisa diberikan antihistamin generasi II (setirizin) jangka lama. Bila gejala tidak membaik dapat diberikan kortikosteroid intranasal misalnya mometason atau flutikason.
  • Tindakan bedah. Tindakan bedah hanya dilakukan pada kasus-kasus selektif misalnya sinusitis dengan air-fluid level atau deviasi septum nasi.
Pendidikan/Nasihat

Komunikasi dengan pasien dan orangtua diperlukan agar pemeriksaan berkala dilakukan dan pemberian obat dapat disesuaikan dengan fluktuasi gejala, mengingat rinitis Alergi adalah penyakit kronik yang gejalanya akan hilang timbul. Pada gejala yang menetap dan berat, diperlukan penilaian menyeluruh dan tatalaksana lanjut, antara lain imunoterapi.

Gondongan

Parotitis (Gondongan)

Gondongan (Mumps, Parotitis Epidemika) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan pembengkakan unilateral (satu sisi) atau bilateral (kedua sisi) pada kelenjar liur disertai nyeri.
Mumps disebabkan oleh paramyxovirus.
Virus ini ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita.
Jika dibandingkan dengan campak atau cacar air, gondongan tidak terlalu menular. Kebanyakan penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur 2-15 tahun, namun pada orang dewasa justru lebih berat. Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun.  Jika seseorang pernah menderita gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.
Yang terkena biasanya adalah kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan rahang.
Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.
Masa inkubasi adalah 14-24 hari.
 Gejala dan tanda
  • Nyeri pada salah satu atau kedua kelenjar liur, disertai bengkak
  • Demam ringan, nyeri pada otot leher dan rasa lemas, sakit kepala
  • Nafsu makan berkurang, merasa tidak enak badan
  • Puncak bengkak pada 1-3 hari, dan berakhir pada 3-7 hari
  • Sudut mandibula tidak jelas
  • Posisi daun telinga meningkat
  • Makanan denagn rasa asam menyebabkan rasa nyeri pada kelenjar liur
Gejala lain yang mungkin ditemukan:
- nyeri testis
- benjolan di testis
- pembengkakan skrotum (kantung zakar).
                                                          
Komplikasi
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu.
Komplikasi bisa terjadi pada organ selain kelenjar liur, terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.
Komplikasi bisa terjadi sebelum, selama maupun sesudah kelenjar liur membengkak; atau terjadi tanpa disertai pembengkakan kelenjar liur.

  1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang.
    5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
  4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
  6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
Pemeriksaan penunjang
  • Peningkatan serum amilase
  • Pada cairan serebrospinal terdapat leukositotis
  • leukopenia
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menunjukkan adanya pembengkakan di daerah temporomandibuler (antara telinga dan rahang).
Pengobatan
Istirahatkan penderita selama masih demam dan pembengkakan kelenjar parotis masih ada. Karena terdapat gangguan menelan/mengunyah, sebaiknya diberikan makanan lunak dan hindari minuman asam karena dapat menimbulkan nyeri.
Daerah pipi/leher bisa juga dikompres secara bergantian dengan panas dan dingin.
Obat pereda nyeri (misalnya asetaminofen dan ibuprofen) bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala dan tidak enak badan. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye.
Kortikosteroid diberikan selama 2-4 hari dan globulin gama dipikirkan apabila terdapat orkitis.
Jika terjadi pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani tirah baring.
Untuk mengurangi nyeri, bisa dikompres dengan es batu.
Jika terjadi mual dan muntah akibat pankreatitis, bisa diberikan cairan melalui infus.
Pencegahan
Vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak.
Vaksin gondongan biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan campak dan rubella (MMR), yang disuntikkan melalui otot paha atau lengan atas.